Mengenal Ayam Serama | Ayam Hias untuk Kontes

Kontes hewan merupakan salah satu kontes yang membawa angin segar bagi para pecinta binatang peliharaan. Kontes hewan telah banyak mengalami perkembangan terutama dengan peserta kontes yang tidak hanya berupa anjing dan kucing saja.

Sekarang ayam pun sudah mengikuti kontes, terutama ayam hias seperti ayam serama dan ayam kate. Ayam tersebut memiliki keunikan tersendiri yang bisa dilombakan karena keindahan tubuhnya.

Asal-Usul Ayam Serama

ayam serama asli
Ayam serama by:seramanegeri.com

Asal wilayah ayam serama adalah dari negara Malaysia. Di Indonesia sendiri, serama mulai dikenal masyarakat pada sekitar tahun 2000-an. Penamaan serama terbilang cukup unik, meskipun berasal dari Malaysia. Di Indonesia disebut serama yang memiliki asal-usul kata dari ‘Sri’ dan ‘Rama’ yang merupakan nama tokoh pewayangan Jawa.

Kata ‘Sri’ dan ‘Rama’ memiliki arti kesatria anggun dan gagah berani, seperti tokoh dengan nama tersebut dalam cerita wayang Jawa. Ayam ini dikenal sebagai ayam hias karena ukurannya yang kecil dan juga keunikan tubuhnya. Dada ayam ini membusung ke depan dengan kepala yang tetap tegak ke belakang dan nyaris menyentuh bagian ekornya.

Selain itu, ekor serama bisa menjulang hinga 90 derajat. Dalam kontes, ayam ini layaknya seorang peragawan yang unjuk kebolehan di atas catwalk dengan sayap yang luruh ke bawah. Kebanyakan serama memiliki bulu berwarna terang dan tak kusam, yang banyak dijumpai adalah serama dengan bulu berwarna merah dan serama dengan bulu berwarna hitam.

Perbedaan Ayam Serama dan Ayam Kate

Perbedaan ayam serama dan kate

Meskipun sama-sama kecil, antara serama dan ayam kate memiliki perbedaan. Ayam kate tidak memiliki dada yang membusung ke depan seperti serama. Hal inilah yang membuat serama lebih sering dipelihara untuk mengikuti kontes ayam hias. Serama memiliki gaya yang atraktif saat di atas panggung yang membuatnya semakin anggun dan cantik seperti arti nama serama itu sendiri.

Perbedaan yang lain antara serama dan ayam kate adalah warna bulu ayam kate lebih bervariasi. Kaki ayam kate juga lebih gemuk dan pendek, sedangkan serama memiliki kaki yang kecil dan juga langsing. Jika dilihat, ayam kate terlihat seperti ayam biasa dengan kelainan tubuh atau cebol, sedangkan serama lebih kepada ayam yang mungil dengan ciri khas tersendiri.

Namun terdapat jenis ayam kate yang memiliki ciri hampir mirip dengan serama, yakni jenis ayam kate Jepang. Ayam kate Jepang memiliki ciri khas bulu berwarna kuning keemasan dan warna putih bercampur warna kuning pada bagian ekor. Jengger ayam kate Jepang berwarna merah, dan memiliki kaki yang pendek dengan warna putih yang bercampur kuning.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, kini baik ayam kate maupun serama telah disilangkan untuk membentuk jenis ayam baru dengan keunikan gabungan antara ayam kate dan serama.

Nama ayam hasil persilangan antara ayam kate dan serama disebut dengan ayam Tema atau ayam kate serama asli. Ayam tersebut memiliki ciri dan sifat gabungan dari induknya.

Jenis-Jenis Ayam Serama

Karena dadanya yang membusung, serama juga mendapat julukan ayam sombong. Namun ada juga yang menyebutnya dengan ayam prajurit karena tubuhnya yang gagah dan tegap berdiri seakan siap melawan musuhnya. Ayam sombong atau ayam prajurit ini memiliki beberapa jenis, antara lain:

1. Serama Tipe Slim

Bisa dibilang serama tipe slim adalah serama yang pertama kali muncul setelah masyarakat hanya mengenal ayam mini berupa ayam kate. Serama jenis ini adalah nenek moyang dari serama-serama yang sudah ada saat ini. Pada awal kemunculannya, serama ini langsung mendapatkan banyak peminat terutama kolektor ayam hias. Berat serama jenis ini bisa mencapai sekitar 600 gram.

2. Serama Apple

Namanya terbilang cukup unik jika dibanding dengan nama ayam serama pada umumnya. Serama jenis ini memiliki sebutan demikian karena memang bentuk tubuh yang menyerupai apel, yakni dengan tubuh yang bulat dan kaki yang pendek. Jika dilihat, ayam ini juga terlihat seperti apel yang bulat. Serama apple mulai dikenal masyarakat sekitar tahun 2003 – 2004.

3. Serama Ideal

Jika Anda sering melihat kontes ayam hias serama, mungkin Anda sudah banyak melihat jenis serama yang satu ini, namanya adalah Serama Ideal. Serama jenis ini banyak mengikuti kontes terutama karena memiliki tubuh yang sempurna dibandingkan dengan jenis serama yang lainnya.

Dengan ukuran tubuh yang kecil, ayam ini mampu memikat banyak pecinta ayam hias untuk mengoleksinya.

Ciri-ciri serama ideal adalah memiliki berat sekitar 300 gram dengan penampilan yang eksotis. Yang menjadikan ayam ini disebut ideal adalah penampilannya dalam kontes yang memukau. Saat serama ideal membusungkan dadanya, kepala secara otomatis akan tegak terangkat hingga hampir menyentuh ekornya.

Selain itu, yang membuatnya terlihat bak bintang model adalah ekornya yang jatuh lurus ke bawah.

Harga Ayam Serama

Banyak penghobi mungkin sudah mengetahui berapa harga ayam serama, di sini saya hanya membocorkan jenis serama biasa bukan dari keturunan lomba.

Di daerah saya ayam serama biasa sudah siap produksi harganya Rp150.000 hingga Rp200.000, Anda yang ingin serama berkelas tentunya jangan membeli di kandang peternak biasa, namun belilah di tempat perlombaan.

Ayam serama dengan trah perlombaan tentunya mahal harganya, saya tidak bisa mematok harga untuk jenis ayam tersebut.

Cara Merawat Ayam Serama

ayam serama asli
Foto ayam serama asli by:straitstimes.com

1. Memilih Pakan yang Benar

Pakan yang tepat diberikan untuk serama adalah pakan yang bervariasi. Dengan variasi pakan yang diberikan, serama akan tumbuh lebih baik. Untuk pakannya, Anda cukup memberikan pakan berupa voer, jangkrik, beras merah, atau jagung.

Agar tubuh ayam tetap ideal, artinya tidak terlalu gemuk atau kurus, dalam memberikan pakan voer diusahakan jangan terlalu berlebihan.

Voer sangat mudah membuat ayam menjadi lebih gemuk. Untuk pakan berupa jangkrik, Anda bisa memberikannya sebanyak 2 ekor setiap harinya.

Anda dapat mengatur variasi pakan untuk serama agar serama bisa tumbuh sesuai postur yang diinginkan. Selain faktor pemberian pakan, kemampuan serama dalam kontes juga perlu dilatih.

2. Cara Melatih Serama

Untuk melatih serama menjadi ayam kontes yang berkualitas perlu dilakukan pelatihan mental secara rutin. Pelatihan yang bisa dilakukan adalah dengan melatih serama untuk bisa berdiri tegap dan berjalan di karpet dengan baik layaknya model. Untuk melatih serama agar bisa berdiri tegap, Anda dapat menjemurnya di bawah sinar matahari di pagi hari.

Letakkan serama pada kandang kecil yang terbuat dari kawat ram yang dibentuk melingkar menyerupai tabung silinder. Tutup sekeliling kandang dengan batas kepala ayam. Pelatihan tersebut cukup efektif untuk melatih ayam berdiri tegak. Pasalnya, ketika dijemur, ayam akan cenderung melihat ke arah adanya cahaya.

Dengan menutup kandang di sekeliling tubuh ayam, maka ayam akan melihat ke arah atas dan akan membuatnya menjadi tegak seiring berjalannya waktu. Selain menjemur ayam, pelatihan lain yang bisa dilakukan adalah dengan metode pemijatan. Biasanya ayam akan dipijat pada bagian dada agar ayam bisa berdiri tegap dengan membusung dada yang sempurna.

Selain bisa melatih ayam untuk berdiri tegak, penjemuran juga bisa membuat bakteri yang ada pada serama.

Semakin sering seekor serama memenangkan kontes, maka penawaran harga ayam serama akan semakin mahal harganya, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah. Untuk itu banyak kolektor serama yang berlomba-lomba merawat serama untuk bisa mengikuti kontes dan memenangkannya.

Tinggalkan Balasan