Interaksi Sosial

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sebagai makhluk sosial tidak akan lepas dari yang namanya interaksi sosial. Dimanapun seorang manusia bertempat, kesehariannya pasti melakukan aktifitas interaksi sosial, entah interaksi tersebut antar individu, antar kelompok, maupun individu dengan kelompok.

Di bawah ini adalah pembahasan serius mengenai pengertian interaksi sosial, jenis-jenis interaksi sosial, dan syarat-syarat interaksi sosial, yang akan dibahas dengan rinci dan mendalam.

1. Pengertian Interaksi Sosial

Dalam pengertiannya, interaksi sosial dapat diartikan sebagai sebuah hubungan sosial yang sangat dinamis. Hubungan sosial yang dimaksudkan disini adalah berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu yang lainnya, atau antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya, maupun hubungan antara kelompok dengan individu.

Dalam interaksi sosial juga terdapat suatu simbol, di mana simbol tersebut oleh mereka yang menggunakan diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya ditujukan kepadanya.

Menurut Herbert Blumer

Proses Interaksi sosial adalah ketika seorang manusia sedang bertindak atau melakukan aktifitas terhadap sesuatu, atas dasar makna serta nilai yang dimiliki oleh sesuatu tersebut bagi manusia.

Kemudian, yang dimaksud makna yang dimiliki sesuatu tersebut adalah berasal dari interaksi antara seseorang yang satu dengan sesamanya. Sedangkan makna itu sendiri sangat dinamis atau bersifat tidak tetap, namun dapat dirubah.

Proses perubahan atau merubah arti dari suatu makna dapat terjadi melalui proses penafsiran yang dilakukan orang ketika menjumpai sesuatu. Serangkaian proses tersebut dapat disebut dengan istilah interpretative process.

Sebuah interaksi sosial dapat terjadi apabila terdapat suatu kontak langsung antara dua belah pihak, baik itu antar individu atau antar kelompok yang terlibat kontak sosial dan komunikasi.

Sebab, kontak sosial merupakan tahap awal dalam suatu proses dari terjadinya hubungan sosial.

Sedangkan komunikasi, merupakan suatu proses penyampaian sebuah informasi serta pemberian tafsiran dan juga reaksi terhadap informasi yang diterima, baik dari pemberi informasi atau informan.

1.1. Pengertian Menurut Para Ahli

  • Menurut Karp dan Yoels

Terdapat beberapa hal yang dapat di jadikan sebagai sumber informasi, yang kemudian dapat memicu dimulainya komunikasi atau interaksi sosial. Sumber Informasi secara umum dibagi menjadi dua ciri, yaitu ciri fisik dan ciri penampilan.

Yang dimaksud ciri fisik adalah segala sesuatu yang dimiliki oleh seorang individu sejak dirinya lahir, yang ciri tersebut meliputi jenis kelamin, usia, berat badan, warna kulit dan lain sebagainya. Sedangkan ciri penampilan di sini merupakan ciri-ciri yang bukan dikarenakan bawaan lahir, seperti daya tarik, postur tubuh, penampilan dalam berbusana, dan penampilan dalam memakai make up.

  • Robert T Hall

Ia membagi interaksi sosial menjadi empat batasan jarak ruang, yaitu jarak intim, jarak pribadi, jarak sosial, dan juga jarak publik. Selain itu, Robert T Hall juga memberikan aturan terhadap Waktu.

Menurutnya, dimensi waktu terlihat adanya batasan toleransi yang mempengaruhi bentuk interaksi. Yang terakhir dikemukakan oleh W.I. Thomas mengenai dimensi situasi. Dimensi situasi merupakan suatu penafsiran seseorang sebelum dirinya memberikan reaksi sesuatu hal.

2. Jenis-jenis Interaksi Sosial

Setelah mengulas panjang lebar mengenai pengertian interaksi sosial, yang selanjutnya perlu kita pahami adalah Jenis-jenis dari interaksi sosial itu sendiri. Disini terdapat 3 jenis interaksi sosial, yaitu:

  • Interaksi antara individu yang satu dengan Individu yang lain.

Sebab, ketika dua individu saling bertemu, maka interaksi sosial sudah mulai terjadi. Sekalipun kedua individu tersebut sama sekali tidak melakukan kegiatan komunikasi ataupun kegiatan lainnya. Namun, pada dasarnya proses interaksi sosial telah terjadi apabila masing-masing pihak sadar adanya pihak lain yang menyebabkan perubahan atau respon.

Hal ini sangat dimungkinkan oleh beberapa faktor tertentu, seperti bau minyak wangi atau bau keringat yang menyengat, bunyi sepatu ketika sedang berjalan dan hal lain yang bisa mengundang terjadinya reaksi orang lain.

  • Interaksi antar Kelompok yang satu dengan Kelompok yang lain

Jenis interaksi ini hanya terjadi pada suatu kelompok sebagai satu kesatuan, bukan sebagai interaksi antar pribadi atau individu dari anggota kelompok yang bersangkutan. Semisal contoh, permusuhan antara Indonesia dengan kolonial Belanda pada zaman penjajahan.

  • Interaksi antara Individu dengan Kelompok

Disini, bentuk interaksi jenis ini akan berbeda-beda, karena interaksi ini menyesuaikan dengan keadaan. Interaksi jenis ini akan sangat kelihatan ketika ada perbenturan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan kelompok.

3. Syarat Interaksi Sosial

Menurut Soerjono Sukanto, dalam sebuah interaksi sosial antara pihak yang satu dengan pihak yang lain, tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat. Dua syarat tersebut diantaranya adalah adanya kontak sosial, dan adanya komunikasi.

3.1. Kontak Sosial

Kontak sosial berasal dari bahasa latin yaitu con atau cum yang memiliki arti bersama-sama dan tango yang berarti menyentuh. Jadi jika dimaknai dari istilah katanya, kontak sosial adalah bersama-sama menyentuh. Kemudian jika dilihat secara fisik, kontak sosial dapat terjadi jika terdapat hubungan badan.

Namun, sebagai suatu gejala sosial tidak harus terdapat suatu hubungan badan, karena dalam realitanya seseorang dapat mengadakan hubungan tanpa harus menyentuhnya, misalnya cukup dengan cara berbicara dengan pihak yang bersangkutan.

Kemudian, seiring berjalannya waktu, yakni dengan berkembangnya teknologi informasi, orang-orang dapat berhubungan satu sama lain hanya cukup melalui handphone, TV, koran dan media lainnya.

Soerjono Soekanto juga menjelaskan bahwa Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk model, diantaranya adalah sebagai berikut: Antar individu dengan individu.

Yang dimaksudkan disini adalah ketika anak kecil mempelajari kebiasaan dalam keluarga atau lingkungannya. Proses ini terjadi melalui komunikasi, yaitu proses dimana anggota masyarakat yang masih baru mempelajari norma dan nilai di mana dia menjadi anggotanya.

Kemudian, Antar individu dengan kelompok atau sebaliknya. Kontak sosial ini misalnya adalah ketika seseorang merasakan bahwa terdapat tindakan atau gesekan yang berlawanan dengan norma masyarakat.

Dan yang terahir adalah Antar kelompok dengan kelompok. Misalnya adalah persekutuan dua partai politik yang bekerja sama untuk mengalahkan partai politik yang lainnya.

Selain itu, kontak sosial juga memiliki beberapa sifat khusus, diantaranya yaitu kontal sosial positif dan kontak sosial negatif. Yang dimaksud kontak sosial positif adalah kontak sosial yang dilakukan untuk menjalin kerja sama. Sedangkan kontak sosial negatif adalah kontak sosial yang terjadi karena suatu pertentangan atau perselisihan.

3.2. Komunikasi

Yang dimaksud komunikasi disini adalah bahwa ketika seseorang yang memberi tafsiran kepada orang yang diajak berkomunikasi. Tafsiran tersebut bisa dalam wujud pembicaraan, gerak badan, sikap yang berupa interpretasi perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.

Dengan komunikasi, sikap dan perasaan kelompok dapat diketahui oleh kelompok atau individu lain. Hal ini kemudian dijadikan sebagai bahan untuk menentukan seperti reaksi yang akan dilakukannya. Dalam suatu proses komunikasi, sangat mungkin sekali terjadi berbagai macam penafsiran terhadap tingkah laku orang lain.

Semisal contoh, ketika seseorang tersenyum dapat ditafsirkan bahwa orang tersebut ramah, atau itu dilakukan sebagai bentuk sikap persahabatan, namun bisa jadi hal itu ditafsirkan sebagai sikap sinis dan sikap ingin menunjukan kemenangan.

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa komunikasi dapat menjalin kerja sama antar perorangan atau antar kelompok. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa komunikasi juga bisa menghasilkan pertikaian, yang disebabkan karena salah paham dan lain sebagainya.

Tahapan proses komunikasi

  1. Encoding
  2. Penyampaian
  3. Decoding

4. Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Interaksi Sosial?

Menurut Vide Bonner dalam buku Social Psychology, menejelaskan bahwa kelangsungan interaksi sosial meski dalam bentuk yang sederhana, ternyata merupakan suatu proses yang kompleks.

Namun dapat kita bedakan menjadi beberapa faktor yang mendasarinya, diantaranya adalah sebagai berikut:

4.1. Faktor Imitasi

Seluruh kehidupan sosial sebenarnya berdasarkan kepada faktor imitasi. Sebab, imitasi dapat mendorong individu atau kelompok untuk melakukan perbuatan yang baik. Namun disisi lain, peranan imitasi dalam interaksi sosial juga memiliki sisi yang negatif.

Yakni, ketika hal yang diimitasi tersebut mungkinlah salah maka secara yuridis harus ditolak. Selain itu, proses imitasi juga dapat menimbulkan terjadinya kesalahan kolektif yang meliputi jumlah yang serba besar.

Bahkan, adanya proses imitasi dalam interaksi sosial dapat menimbulkan kebiasaan seseorang mengimitasi sesuatu tanpa kritik.

4.2. Faktor Sugesti

Sugesti adalah seseorang yang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya untuk diterima oleh orang lain di luarnya. Dalam ilmu jiwa sosial, Sugesti dapat diartikan sebagai suatu proses di mana seorang individu dapat menerima cara penglihatan atau pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa ada kritik terlebih dahulu.

4.3. Faktor Identifikasi

Istilah identifikasi timbul dalam uraian seorang psikologi yang bernama Sigmund Freud. Ia menjelaskan mengenai cara seorang anak belajar norma sosial dari orang tuanya.

Secara garis besar, anak itu belajar menyadari bahwa dalam sebuah kehidupan terdapat norma dan peraturan yang sebaiknya dipenuhi dan secara tidak langsung ia
mempelajarinya.

4.4. Faktor Simpati

Simpati adalah rasa ketertarikan seseorang terhadap orang lain. Rasa simpati timbul tidak berdasarkan atas dasar logis rasional, namun berdasarkan penilaian perasaan sebagaimana proses identifikasi.

Peranan simpati cukup nyata, seperti pada sebuah hubungan persahabatan antara dua orang atau lebih. Selain itu, simpati dapat pula berkembang perlahan-lahan di samping simpati yang timbul dengan tiba-tiba.

5. Ciri-ciri Interaksi Sosial

Pada dasarnya, ciri-ciri interaksi sosial secara hakikat terletak pada kesadaran untuk mengarahkan suatu tindakan kepada orang lain.

Kemudian terjadi tindakan timbal-balik (respon) antara pihak-pihak yang bersangkutan, tanpa menghiraukan bentuk tindakannya, seperti maksud melukai atau menolong, cinta atau benci, kesetiaan atau pengkhianatan.

Selain itu, di dalam interaksi sosial terdapat ciri-ciri dasar yang harus kita ketahui, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Subyek dengan jumlah lebih dari satu orang
  2. Terdapat komunikasi antar subyek
  3. Terdapat dimensi waktu, baik itu waktu yang sudah lampau, waktu saat ini, maupun waktu yang akan datang
  4. Terdapat tujuan tertentu, terlepas dari sama tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan oleh pengamat.

6. Contoh Interaksi Sosial

Dibawah ini adalah contoh dari interaksi sosial dengan berbagai jenis, baik jenis individu dengan individu, kelompok dengan kelompok maupun individu dengan kelompok.

  1. Proses jual beli antara pembeli dan pedagang yang tengah melakukan tawar menawar barang dagangannya.
  2. Tawuran antar suporter sepakbola yang sedang bertanding.
  3. Proses musyawarah mufakat dalam memilih ketua RT ataupun ketua RW.
  4. Pertarungan dalam kontestasi politik antara dua partai untuk memenangkan posisi jabatan yang di inginkan.
  5. Debat Capres dan Cawapres menuju pemilu.

Tinggalkan komentar