Jaringan Tumbuhan (Berbagai Macam dan Ciri-cirinya)

Workamerica.co – Setiap makhluk hidup memiliki jaringan sebagai penyusun seluruh bagian tubuhnya. Jaringan ini memiliki andil penting bagi kelangsungan hidup. Hal yang sama juga berlaku untuk tanaman. Jaringan tumbuhan menjadi bagian penting dari tanaman.

Kamu mungkin sudah pernah mendengar tentang jaringan dari tumbuhan. Akan tetapi, belum tentu kamu paham betul tentang arti, jenis, fungsi, dan ciri dari jaringan ini. Oleh karena itu, tambah pengetahuanmu dengan menyimak artikel berikut ini.

Penjelasan Jaringan Tumbuhan

Jaringan pada dasarnya diartikan sebagai sekumpulan sel yang mempunyai fungsi, struktur yang sama. Singkatnya, jaringan tumbuhan diartikan sebagai kumpulan sel-sel tumbuhan. Ilmu histologi mempelajari tentang jaringan secara lebih mendalam.

Di awal perkembangan, semua sel tumbuhan membelah diri. Untuk tahap selanjutnya, pembelahan diri hanya terjadi pada bagian khusus dari tanaman. Bagian khusus ini selalu melakukan pembelahan (embrionik). Bagian tersebut dikenal dengan nama meristem.

Sebagai informasi, pembelahan bisa juga terjadi pada jaringan selain meristem. Bagian yang bisa mengalami pembelahan adalah korteks batang, akan tetapi pembelahan yang terjadi jumlahnya sangat terbatas.

Sel meristem nantinya akan mengalami pertumbuhan dan membentuk berbagai macam jaringan lainnya. Jaringan tersebut nantinya tidak dapat melakukan pembelahan diri. Jaringan yang dimaksud yaitu jaringan dewasa.

Materi Tentang Jaringan Tumbuhan

materi jaringan tumbuhan

Pada bagian penjelasan, sudah diberi sedikit gambaran mengenai jaringan tumbuhan. Di atas juga sudah disinggung sepintas tentang meristem dan jaringan dewasa. Apakah kamu tahu tentang kedua jaringan tersebut? Jika tidak, kamu bisa baca uraiannya di bawah ini.

1. Jaringan Meristem

Jaringan ini merupakan suatu kumpulan jaringan muda yang aktif dalam membelah diri. Sel pada jaringan meristem akan menghasilkan suatu sel baru yang berasal dari pembelahan. Sebagian dari sel baru akan berada di meristem.

Jaringan ini memiliki beberapa macam. Berbagai macam jaringan meristem dikelompokkan berdasarkan posisinya dan asal usulnya. Pembagian berdasarkan posisi memiliki tiga macam meristem. Sedangkan pembagian berdasarkan asal usul terdiri dari dua macam.

Meristem berdasarkan posisi adalah meristem apikal yang terletak di ujung pucuk dan ujung akar, meristem interkalar merupakan jaringan yang berada di sekitar jaringan dewasa, dan meristem lateral berada bersisian dengan permukaan organ.

Meristem yang dibagi berdasarkan asal usul, yaitu meristem primer yang asalnya langsung dari sel embrionik dan meristem sekunder yang berasal dari jaringan dewasa yang mengalami diferensiasi.

2. Jaringan Dewasa

Jaringan dewasa sudah tidak aktif membelah diri. Jaringan dewasa mengalami pembentukan karena adanya proses diferensiasi dari sel meristem. Diferensiasi jaringan dewasa bisa terjadi dari meristem primer ataupun meristem sekunder.

Sama halnya dengan jaringan meristem, jaringan dewasa juga terbagi jadi beberapa macam, yakni jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan pengangkut, jaringan penyokong, dan jaringan gabus.

3. Jaringan Epidermis

Jaringan epidermis dikenal juga dengan nama jaringan pelindung. Jaringan ini ada di lapisan luar tiap organ tumbuhan. Maksud dari organ tumbuhan ialah daun, batang, bunga, biji, akar, dan buah.

Jaringan epidermis asalnya dari protoderm yang ada di bagian terluar.  Jaringan ini akan menutupi seluruh permukaan tumbuhan serta melindungi organ tumbuhan. Jaringan epidermis tidak mempunyai klorofil selayaknya bagian tertentu dari tumbuhan.

Selain itu, jaringan ini dapat mengatur penguapan agar tidak berlebihan. Jaringan ini akan membantu menyerap serta menyimpan kelebihan air. Intinya, jaringan ini akan mendukung berbagai kinerja tumbuhan.

4. Jaringan Parenkim

Jaringan dasar ini dapat kamu temukan di seluruh bagian dari tumbuhan. Jaringan ini memegang peranan penting dalam struktur tumbuhan. Pasalnya, jaringan ini merupakan jaringan utama yang menyusun berbagai macam organ pada tumbuhan.

Jaringan ini terbentuk dari sel hidup dengan keragaman struktur morfologis serta siologis. Jaringan ini merupakan tempat dilakukannya proses fotosintesis hingga tumbuhan mendapatkan makanannya sendiri.

Jaringan parenkim terdiri dari beberapa macam antara lain, parenkim air, parenkim udara, parenkim pengangkut, parenkim penimbun, parenkim palisade, parenkim lipatan, dan masih banyak lainnya.

Sebagai gambaran dari banyaknya parenkim, akan dijelaskan sebagian dari parenkim di atas. Parenkim pengangkut merupakan parenkim yang ada di sekitar jaringan pengangkut. Sel parenkim ini bentuknya memanjang dan akan mengikuti pengangkutnya.

Parenkim penimbun adalah jaringan yang menyimpan cadangan makanan berupa tepung, gula, lemak, dan protein. Parenkim penimbun dapat ditemukan pada area sekitar umbi, biji, akar rimpang, dan lain sebagainya.

Parenkim air ialah parenkim yang berfungsi untuk menyimpan air. Parenkim ini lebih banyak ditemukan pada tumbuhan yang hidupnya di area yang kering, seperti tumbuhan sekulen dan tumbuhan epifit.

5. Jaringan Penyokong

Jaringan penguat ini dapat memberikan kekuatan pada tumbuhan sehingga tumbuhan dapat berdiri dengan baik. Tanpa adanya jaringan penyokong, tentu saja tanaman tidak dapat berdiri sendiri.

Tugas utama dari jaringan penyokong adalah memperkuat tumbuhan. Jaringan ini berhenti melakukan pembelahan setelah dewasa. Terdapat dua macam jaringan penyokong, yakni jaringan sklerenkim dan jaringan kolenkim.

Jaringan skelerenkim merupakan jaringan penguat dari sel mati yang mempunyai dinding sel yang tebal, mengandung lignin dan kuat. Jaringan ini berfungsi untuk menjaga bagian dalam dari sel tumbuhan. Jaringan ini dapat menyokong dan melindungi sel dari tekanan.

Jaringan kolenkim adalah jaringan penguat yang berada di organ tumbuhan yang masih muda atau pada tanaman herba. Kolenkim adalah sel yang hidup. Sifat dari jaringan ini serupa dengan parenkim.

Hanya saja, fungsi dari jaringan kolenkim berbeda dengan jaringan parenkim. Jaringan ini memberi perlindungan dalam pengangkutan, memperkuat parenkim, dan mengokohkan bentuk dari tumbuhan.

Jaringan kolenkim masih dibagi dalam beberapa macam. Pembagian dari jaringan kolenkim didasarkan pada bentuk penebalannya dan letak. Ada tiga macam dari jaringan ini, yakni kolenkim sudut, kolenkim papan, dan kolenkim tubular.

Kolenkim sudut ialah adanya penebalan pada dinding yang terjadi di sudut sel sera memanjang sampai sumbu sel. Contohnya, Begonia, daun Vitis, Solanum tuberosum, dan lainnya.

Kolenkim papan adalah suatu penebalan dinding yang terjadi pada dinding tengensial sampai terbentuk suatu papan yang berderetan. Contohnya, kolenkim papan ini dapat kamu temukan pada korteks batang Sambucus.

Kolenkim tubular merupakan penebalan dinding yang arahnya ke ruang yang ada di antar sel. Contohnya, kolenkim tubular ini bisa kamu temukan pada tangkai daun Salvia sebagai bagian dari penyusun tangkai tersebut.

6. Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut memiliki tugas yang sama dengan namanya, yakni mengangkut bermacam zat yang ada dalam tumbuhan. Fungsi pengangkutan merupakan fungsi penting bagi kehidupan tumbuhan. Jaringan ini dibagi dalam dua jenis yaitu, floem dan xilem.

Floem ialah pengangkut berbagai zat makanan yang dihasilkan oleh daun dan bagian tubuh lainnya melalui proses fotosintesis. Walaupun kamu tidak dapat melihat secara kasat mata, floem merupakan susunan dari sel pengiring, bulu tapis, parenkim floem, dan serabut floem.

Xilem bertugas untuk mengangkut zat makanan dengan cara menyalurkan mineral dan air yang berasal dari akar mengarah ke daun serta bagian tubuh lainnya. Xilem disusun atas serabut xilem, parenkim xilem, dan unsur trakeal.

7. Jaringan Gabus

Jaringan ini adalah susunan dari sel-sel gabus yang menjadi bentuk memanjang. Fungsi dari jaringan ini ialah memberi perlindungan kepada jaringan lainnya supaya tidak kehilangan air.

Jaringan gabus dapat melindungi jaringan lain dari kehilangan air karena jaringan ini memiliki sifat kedap air. Jaringan ini dapat ditemukan pada bagian luar dari permukaan batang.

Jaringan bagus memiliki dua macam, yaitu felodrem dan felem. Felodrem merupakan jaringan gabus yang terbentuk karena kambium gabus yang mengarah ke dalam dan mirip sel hidup parenkim. Felem dibentuk di luar kambium dan ke arah luar. Sel pada felem mati.

Ciri-Ciri Jaringan Tumbuhan

Setelah membahas tentang bermacam jaringan yang masuk sebagai bagian dari jaringan tumbuhan. Kamu perlu memahami ciri-ciri dari jaringan-jaringan tersebut. Berikut ini merupakan ciri-cirinya.

Ciri dari Jaringan Meristem

  • Jaringan ini terdiri dari banyak sel muda yang masih dalam fase pertumbuhan dan pembelahan
  • Ukuran sel yang ada dalam jaringan ini kecil
  • Sel ini mempunyai nukleus yang cukup besar
  • Sel pada jaringan ini dindingnya tipis
  • Bentuk selnya kubus
  • Mengandung banyak sitoplasma
  • Vakuola jaringan ini ukurannya kecil

Ciri dari Jaringan Dewasa

  • Susunan selnya rapat jadi tidak ada ruang atau jarak antar sel
  • Umumnya punya bentuk persegi panjang
  • Tidak memiliki klorofil, kecuali di epidermis tumbuhan paku.
  • Dinding sel pada bagian luar mengalami penebalan sedangkan dinding sel dalam tetap tipis
  • Dapat melakukan modifikasi derivat jaringan epidermis.

Ciri dari Jaringan Epidermis

  • Susunan sel dalam jaringan sangat rapat
  • Jaringan terdiri dari sel-sel yang hidup
  • Mempunyai dinding sel yang bervariasi tergantung dengan jenis tumbuhannya serta posisi.
  • Mempunyai protoplasma yang hidup, dengan kandungan getah, kristal garam, minyak, dan silikat.
  • Vakuola jaringan ini berukuran besar dan bisa berisi antosianin
  • Tidak berklorofil, selain untuk sel penutup, tumbuhan yang dibawah naungan, dan hidrofit.

Ciri dari Jaringan Parenkim

  • Sel dalam jaringan ini ukurannya besar tetapi dinding selnya tipis
  • Bentuk selnya menyerupai bentuk segi enam
  • Inti sel terletak dekat dengan dasar sel
  • Memiliki vakuola dalam jumlah banyak
  • Sifatnya bisa meristematik dan embrional
  • Antar sel terdapat ruang alias tidak rapat

Ciri Jaringan Kolenkim

  • Disusun atas sel-sel yang hidup, dapat ditemukan di bagian bawah dari epidermis tangkai daun, batang, ibu tulang daun, tangkai bunga, dan buah. Jaringan ini jarang ada di bagian akar.
  • Pada dinding selnya tidak terkandung lignin, akan tetapi mengandung selulosa, adanya pectin dan hemiselulosa (penguat organ muda yang masih lunak)
  • Penguat jaringan utama uang masih tumbuh dan aktif

Ciri dari Jaringan Sklerenkim

  • Jaringan ini disusun oleh sel-sel mati yang memiliki dinding yang tebal
  • Jaringan ini hanya ada pada organ tumbuhan yang sudah tidak bertumbuh dan berkembang.
  • Jaringan ini memiliki dinding sekunder yang tebal.

Ciri dari Jaringan Gabus

  • Susunan dari sel-sel parenkim gabus
  • Sel mati yang kosong
  • Bentuknya memanjang dan berdinding

Dari berbagai ulasan di atas kamu tentu memetik banyak pengetahuan penting tentang jaringan pada tumbuhan. Jika dirangkum, jaringan tumbuhan ada yang masih membelah diri dan ada juga yang sudah tidak membelah diri.

Jaringan yang membelah diri memiliki berbagai fungsi terkait pembelahan sel. Sedangkan pada jaringan dewasa yang sudah tidak membelah diri, fungsinya cukup beragam dan dibagi dalam bermacam-macam jaringan.

Jaringan tumbuhan memegang peranan vital dalam menjaga kehidupan tumbuhan. Jaringan dalam tumbuhan ada yang sebagai pembawa makanan, pelindung, penguat, dan lain sebagainya. Semua jaringan memiliki tugasnya masing-masing.

One Comment

Tinggalkan Balasan