Materi Pelajaran Sosiologi BAB “Kelompok Sosial”

Dalam suatu tatanan masyarakat, seorang individu tidak akan bisa lepas dari kelompok sosial. Sebab, kelompok sosial merupakan kumpulan dari beberapa orang yang saling berinteraksi dan saling tolong-menolong, serta memiliki kesadaran dalam mencapai tujuan bersama.

Agar lebih jelas lagi, di bawah ini akan dipaparkan mengenai pengertian, jenis-jenis, syarat-syarat, klasifikasi, fungsi-fungsi, serta contoh terkait dengan yang ada dalam struktur masyarakat atau di sekitar kita.

1. Pengertian Kelompok Sosial

Manusia merupakan makhluk yang tidak dapat melepaskan diri dari interaksi dengan manusia lain. Akibat dari hubungan yang terjadi antar manusia, kemudian lahirlah kelompok-kelompok sosial yang didasari oleh kesamaan kepentingan. Kelompok adalah kumpulan dari beberapa individu yang saling berinteraksi satu sama lain.

Pada umumnya, interaksi yang dilakukannya tersebut hanya untuk melakukan pekerjaan atau bisa saja untuk meningkatkan hubungan antar individu. Suatu saat, sebuah kelompok akan dibedakan secara kolektif, yakni berdasarkan atas kesamaan dalam aktifitas umum namun dengan arah interaksi yang terkecil.

Sedangkan definisi dari Kelompok sosial adalah himpunan dari kumpulan manusia yang hidup bersama, karena memiliki ikatan hubungan di antara mereka. Hubungan tersebut terkait hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antar manusia, serta juga suatu kesadaran untuk saling tolong-menolong.

Berdasarkan pengertian pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan beberapa manusia yang hidup bersama. Kebersamaan tersebut karena adanya hubungan antara mereka. Selain itu, hal ini menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling tolong-menolong.

1.1. Pengertian Kelompok Sosial Menurut Para Ahli

  • Menurut R.M. Macler & Charles H.

Dalam buku Society, An Introductory Analysis, Macmillan & Co.Ltd. (1961). Memberikan definisi tentang kelompok sosial, yang menurutnya adalah kumpulan beberapa orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan saling saling berinteraksi satu sama lain.

Sedangkan kelompok, diciptakan oleh anggota masyarakat sendiri. Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku dan karakter para anggotanya. Artinya, kelompok sosial merupakan himpunan manusia yang saling hidup bersamaan dan menjalani ketergantungan dengan sadar dan saling tolong menolong.

  • Menurut Sherif (1956)

Suatu satuan unit sosial yang terdiri dari dua atau bahkan lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif, sehingga di antara individu tersebut sudah terdapat pembagian tugas, struktur, dan norma-norma tertentu yang khas bagi kelompok tersebut.

  • Menurut Park dan Burgess

Kelompok sosial adalah sekumpulan beberapa orang yang memiliki kegiatan yang konsisten dan terus menerus.

  • Menurut Roland Freedman Cs

Kelompok sosial adalah organisasi terdiri atas dua atau lebih individu yang tergantung oleh ikatan suatu sistem.

  • Menurut Ahmadi (2007)

Kelompok sosial adalah himpunan serta kesatuan manusia yang hidup bersama atau berdampingan, karena terdapat hubungan antar mereka. Hubungan tersebut menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong.

2. Jenis Kelompok Sosial

Berikut ini adalah pembagian dari beberapa jenis dari kelompok sosial di masyarakat.

  1. Yang pertama sebagai kelompok statistik, artinya kelompok tidak dikategorikan sebagai organisasi, serta tidak memiliki kaitan dan hubungan sosial serta kesadaran jenis antar sesamanya.
  2. Kedua adalah kelompok kemasyarakatan, artinya suatu kelompok memiliki siri yang sama, namun tidak memiliki organisasi serta hubungan diantara anggotanya.
  3. Ketiga adalah sebagai kelompok sosial, yakni para anggota memiliki kesadaran sejenis dan memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya, namun tidak terikat dalam suatu organisasi.
  4. Keempat adalah sebagai kelompok asosiasi, artinya adalah suatu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran yang sejenis serta memiliki kesamaan kepentingan dan memiliki ikatan dengan organisasi formal. Dalam kelompok asosiasi, setiap anggota akan melaksanakan hubungan sosial, kontak sosial dan komunikasi sosial.

Namun, secara garis besar terbagi menjadi 2 jenis, yakni:

2.1. Kelompok Primer

Kelompok primer adalah kumpulan sekelompok orang atau individu yang memiliki sedikit anggota.

2.2. Kelompok Sekunder

Kelompok sekunder adalah sekelompok orang atau individu yang memiliki anggota dengan jumlah yang banyak.

3. Syarat Untuk Menjadi Kelompok Sosial

Agar mendapatkan pemahaman mengenai kelompok sosial secara utuh, sangat penting bagi kita mengetahui syarat-syarat dari kelompok sosial. Adapun syarat-syarat tersebut, diantaranya adalah:

  1. Terdapat dorongan serta motif yang sama antar individu satu dengan individu yang lain.
  2. Adanya interaksi yang berlainan terhadap individu satu dengan yang lain berdasarkan rasa dan kecakapan yang berbeda-beda.
  3. Terdapat hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya.
  4. Ada penegasan dalam pembentukan struktur organisasi yang jelas dan terdiri dari peranan-peranan dan kedudukan masing-masing.
  5.  Tiap-tiap anggota kelompok harus sadar bahwa dirinya merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan.
  6. Adanya suatu pergerakan yang dinamik. Ketujuh, terdapat peneguhan norma pedoman tingkah laku pada anggota kelompok yang mengatur interaksi.
  7. Dapat berlangsungnya suatu kepentingan.
  8. Terdapat suatu faktor yang dimiliki bersama oleh anggota kelompok, sehingga hubungan antar anggota semakin erat.

4. Klasifikasi Kelompok Sosial

Menurut Haryanto (2011), kelompok sosial dapat diklasifikasikan menjadi beberapa sudut pandang dari berbagai kriteria, diantaranya adalah: jumlah anggota, derajat interaksi sosial, kepentingan dan wilayah, berlangsungnya suatu kepentingan, derajat organisasi, kesadaran jenis, tujuan dan hubungan sosial yang sama.

Menurut Syarbaini (2004), menurutnya kelompok sosial itu kompleks, dimana seseorang dapat menempati beberapa kelompok sosial sekaligus. Namun, secara umum kelompok sosial juga dapat diklasifikasikan, diantaranya adalah:

  1. Primary group dan secondary group. Artinya, suatu kelompok dapat menjadi primer jika saling kenal, memiliki pertalian darah, dan persahabatan. Namun, bisa sekunder jika sifatnya didasari kerja sama atas hitungan untung rugi.
  2. Kedua adalah Gemeinschaft dan Gesellschaft. Artinya, suatu kelompok dapat dikatakan gemeinschaft jika didasari atas ikatan batin yang alamiah. Sedangkan gesellschaft, disebabkan oleh ikatan lahiriah yang mekanis, seperti perjanjian akad dagang, kesepakatan anggota organisasi dan sebagainya.
  3. Formal group dan informal group. Artinya, suatu kelompok sosial dapat menjadi formal karena sistem hubungan tersebut sengaja diciptakan. Namun, jika hubungan itu sebatas pertemuan yang terjadi berulang-ulang secara personal, maka kelompok tersebut dinamakan informal.
  4. Membership dan reference group. Artinya, kelompok sosial ini disebut reference group ketika seseorang dapat mengidentifikasikan dirinya sendiri pada kelompok, namun ia bukan termasuk anggota, misalnya adalah orang tidak berhasil menjadi mahasiswa namun mencoba berperilaku selayaknya mahasiswa.
  5. In-group dan out-group. Artinya, yang dimaksud in-group disini adalah persatuan individu di mana para anggotanya memiliki kesatuan akan kesetiaan, kerja sama, persahabatan dan solidaritas. Hal ini akan terjadi dalam segala lapisan masyarakat, seperti Rukun Tetangga (RT), pegawai negeri swasta, dan sebagainya.

5. Fungsi Kelompok Sosial

Klompok sosial merupakan bagian terpenting dalam kehidupan suatu masyarakat, dan dapat terbentuk karena adanya kepentingan yang sama antar anggota.

Selain itu, suatu tatanan kelompok sosial adalah akibat dari kesadaran manusia sebagai mahluk sosial. Sebenarnya seperti apa fungsinya?

Berikut adalah beberapa fungsi dari kelompok sosial, diantaranya adalah:

  1. Pertama, sebagai sarana bagi seorang individu ataupun kelompok dalam melakukan berbagai kegiatan.
  2. Kedua, memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan dari masing-masing individu yang tergabung dalam kelompok tersebut.
  3. Ketiga, untuk membantu dalam mengembangkan diri agar mendapatkan manfaat dari kelompok yang dikutinya.
  4. Keempat adalah meningkatkan produktifitas serta meningkatkan kualitas diri dari masing-masing individu ataupun kelompok.
  5. Terakhir yaitu untuk memberikan ruang bagi semua individu yang memiliki minat untuk bergabung didalamnya.

Selain itu, secara garis besar fungsi kelompok sosial dibagi menjadi 2 yaitu fungsi kelompok sosial bagi individu dan bagi masyarakat.

5.1. Fungsi Bagi Individu

  1. Fungsi kelompok sosial bagi individu adalah sebagai tempat berkumpulnya beberapa individu untuk menjalin hubungan sosial.
  2. Sebagai sarana untuk bertukar ilmu pengetahuan di bidang pendidikan.
  3. Sebagai tempat untuk mendapatkan solusi atas masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh anggotanya.

5.2. Fungsi Bagi Masyarakat

  1. Kedua, fungsi kelompok sosial bagi bagi masyarakat adalah untuk memberikan norma serta adat bagi masyarakat. Selanjutnya dapat membangun struktur sosial di dalam masyarakat. Selain itu, kelompok sosial juga memiliki fungsi sebagai rumah untuk mengawasi semua anggotanya.

6. Contoh Kelompok Sosial yang Ada di Sekitar Tempat Tinggal

Setelah mengetahui penjelasan panjang lebar terkait kelompok sosial, kemudian agar pemahaman kita bisa utuh, berikut ini adalah contoh yang ada di masyarakat. Antara lain adalah:

6.1. Keluarga

Di sini keluarga merupakan kelompok sosial terkecil serta primer dalam sebuah masyarakat. Individu yang ada dalam sebuah keluarga saling berinteraksi dan saling membutuhkan untuk mencapai tujuan bersama.

6.2. Paguyuban

Di setiap daerah pasti terdapat sebuah paguyuban yang memiliki kesamaan agama, daerah, suku dan lain sebagainya. Dalam paguyuban, anggota memiliki peran yang berbeda, serta terdapat peraturan yang harus ditaati.

6.3. Koperasi Desa

Koperasi desa merupakan kelompok sosial masyarakat yang sifatnya formal. Kelompok yang terdapat pada koperasi desa ini akan saling berinteraksi dalam mencapai kesejahteraan bersama. Selain itu, pada kelompok ini terdapat struktur yang jelas dan berbadan hukum, dan anggota mendapat peran sesuai kedudukannya.

6.4. Partai Politik

Dalam kelompok ini terdapat beberapa individu yang memiliki kesamaan pandangan dalam hal politik. Kelompok ini termasuk dalam golongan kelompok sekunder, dalam artian tidak ada kewajiban bagi siapapun untuk bergabung didalamnya, lebih terfokus kepada mereka memiliki ketertarikan terhadap jabatan.

Itulah materi yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat dan jangan lupa bagikan jika menurutmu artikel ini bermanfaat.

Jangan lupa juga tinggalkan komentar di bawah jika ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut.

Kritik dan saran bisa langsung kontak di bawah

Terima kasih…

Tinggalkan komentar