Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Tuhan telah menciptakan alam semesta dan isinya termasuk makhluk hidup di dalam yang memiliki kehidupan. Makhluk-makhluk ciptaan Tuhan pun bermacam-macam jenisnya dan sangat bervariasi.

Adanya variasi dari banyak makhluk hidup di bumi tentu akan lebih mudah dipelajari jika dikelompokkan menurut ciri-ciri yang sama. Untuk itu para ilmuwan telah melakukan klasifikasi makhluk hidup.

Pengklasifikasian makhluk hidup merupakan langkah untuk bisa mengenal lebih dalam mengenai suatu jenis makhluk hidup untuk mengambil pengetahuan.

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi menurut bahasa artinya pengelompokan, jika digabungkan dengan frasa makhluk hidup berarti pengelompokan makhluk hidup.

Bisa dikatakan, klasifikasi makhluk hidup merupakan suatu cara yang digunakan untuk mengelompokkan dan menggolongkan makhluk hidup menjadi golongan yang lebih kecil dengan berdasarkan kesamaan yang ada di dalamnya.

Tujuan dari adanya pengelompokan makhluk hidup tersebut adalah sebagai upaya mempermudah pemahaman mengenai makhluk hidup yang berbeda-beda jenisnya.

Selain itu klasifikasi juga digunakan untuk mempermudah dalam membandingkan dan mempelajari karakteristik suatu makhluk hidup.

Membandingkan yang dimaksud adalah persamaan dan perbedaan karakteristik makhluk hidup.

Manfaat yang bisa didapat dengan adanya pengelompokan makhluk hidup antara lain:

  • Dapat mempermudah manusia dalam mempelajari makhluk hidup di dunia yang memiliki keanekaragaman
  • Dapat mempermudah manusia untuk mengenali jenis-jenis makhluk hidup
  • Dapat memudahkan manusia dalam mengenali adanya hubungan kekerabatan makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya

Dalam perkembangannya, sistem pengelompokan makhluk hidup telah mengalami perkembangan dari masa ke masa yang berkelanjutan.

Sistem Klasifikasi 2 Kingdom

Dalam sistem klasifikasi 2 kingdom disebutkan bahwa organisme di alam terbagi menjadi dua kingdom atau kerajaan yakni Kingdom Animalia atau dunia hewan dan Kingdom Plantae atau dunia tumbuhan.

Sistem tersebut merupakan sistem yang sangat sederhana yang pertama kali ada.

1. Dunia Tumbuhan (Kingdom Plantae)

Suatu organisme dikelompokkan ke dalam dunia tumbuhan jika ia memiliki beberapa ciri-ciri, yakni memiliki dinding sel dari bahan selulosa dan juga memiliki zat hijau daun atau klorofil untuk melakukan proses fotosintesis.

Contoh organisme yang masuk dalam kelompok plantae adalah lumut, ganggang, dan tumbuhan paku. Golongan plantae yang tidak memiliki klorofil yakni bakteri dan jamur.

2. Dunia Hewan (Kingdom Animalia)

Organisme yang masuk dalam golongan animalia yakni organisme yang tidak memiliki dinding sel, tidak memiliki zat hijau daun atau klorofil yang artinya ia tidak bisa membuat makanannya sendiri, serta dapat bergerak dengan bebas.

Contoh organisme yang masuk ke dalam animalia yakni cacing, hewan berpori, hewan berongga, hewan lunak, hewan bersel satu, dan hewan bertulang belakang.

Sistem Kalsifikasi 3 Kingdom

Setelah sistem klasifikasi sebelumnya hanya membagi organisme ke dalam dua jenis, sistem yang kemudian muncul untuk melengkapi sistem sebelumnya yakni sistem klasifikasi 3 kingdom.

Sistem ini menambahkan jamur ke dalam kelompok tersendiri dan bukan termasuk dalam kelompok plantae. Pengelompokan jamur disebabkan temuan bahwa jamur bukan berdinding selulosa melainkan dari kitin.

Alasan yang lainnya adalah jamur tidak memiliki kemampuan membuat makanan sendiri seperti tumbuhan pada umumnya. Berikut merupakan klasifikasi 3 kingdom:

1. Dunia Jamur (Kingdom Fungi)

Organisme yang masuk ke dalam kingdom jamur adalah organisme yang memperoleh makananannya secara heterotrof, yakni memperolehnya dari makhluk hidup lain atau parasit, ataupun dengan absorpsi atau menyerap dari saprofit, yakni makhluk hidup yang telah mati.

Ciri yang dimiliki jamur yakni multiseluler, eukariotik, memiliki dinding sel dari bahan kitin, serta tidak memiliki pigmen fotosintesis.

2. Dunia Tumbuhan

Dunia tumbuhan merupakan kelompok organisme yang memperoleh makanan secara autotrof (membuat makanan sendiri) dengan proses fotosintesis.

Organisme yang masuk dalam kingdom ini memiliki beberapa ciri, yakni multiseluler, eukariotik, berdinding sel selulosa, dan mengandung pigmen fotosintesis.

3. Dunia Hewan

Yang termasuk dalam kelompok Kingdom Animalia adalah semua organisme yang bersifat heterotrof, yakni organisme yang tidak mampu membuat makanannya sendiri dan harus memakan organisme yang lain.

Klasifikasi 4 Kingdom

Setelah ditemukannya inti sel pada makhluk hidup (nukleus), sistem klasifikasi pun mengalami penambahan dari sebelumnya 3 kingdom menjadi 4 kingdom.

Dalam penemuan tersebut, dikatakan bahwa organisme yang memiliki inti sel terbagi dalam kedua macam, yakni organisme dengan intisel tanpa selaput dan organisme dengan intisel berselaput.

Yang termasuk dalam klasifikasi 4 kingdom, yakni:

1. Kingdom Monera

Organisme yang dikategorikan ke dalam kingdom monera yakni semua organisasi yang tidak memiliki selaput inti, maka disebut juga dengan organisme prokariotik. Contoh dari organisme yang masuk dalam kingdom ini adalah ganggang biru-hijau dan juga bakteri.

2. Kingdom Fungi

3. Kingdom Animalia

4. Kingdom Plantae

Yang masuk dalam kelompok plantae adalah semua ganggang selain ganggang biru-hijau (monera), lumut, paku-pakuan, dan tumbuhan biji.

Sistem Klasifikasi 5 Kingdom

Adanya kemajuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menjadikan sistem klasifikasi makhluk hidup pun mengalami kemajuan, yakni pertambahan jumlah kingdom dari 4 kingdom menjadi 5 kingdom.

Penambahan kingdom tersebut yakni adanya temuan bahwa ganggang dan Protozoa memiliki kesamaan ciri yang menjadikan keduanya disatukan dalam sebuah kingdom.

Kingdom dalam klasifikasi 5 kingdom, antara lain:

1. Kingdom Monera

Organisme yang masuk dalam kingdom ini masih sama seperti sebelumnya, hanya saja mengalami pemecahan kategori dalam salah satu anggotanya yakni bakteri.

Berdasarkan penelitian dengan biologi molekular, ARN ribosom pada bakteri terdapat beberapa perbedaan, sehingga pada bakteri dipecah lagi menjadi eubacteria dan archaebacteria.

Perbedaan keduanya terletak pada kemampuan hidupnya.

Eubacteria merupakan golongan bakteri yang hidup di lingkungan biasa dengan cara menjadikan karbon sederhana sebagai sumber penghasil gas metan.

Sedangkan archaebacteria merupakan golongan bakteri yang mampu hidup di lingkungan ekstrim, seperti pada laut dengan kadar garam ekstrim, sumber air panas, atau tempat dengan pH tinggi.

2. Kingdom Protista

Protista merupakan kingdom baru dari sistem klasifikasi 5 kingdom. Organisme yang masuk dalam kelompok tersebut yakni organisme dengan selaput inti dan memiliki sel tunggal.

Protista dipecah lagi menjadi tiga bagian yang lebih beragam menjadi prosista mirip hewan (Protozoa), Prosista mirip tumbuhan (Ganggang), dan protista mirip jamur.

Karena semua protista tidak memiliki pelindung yang bisa membuat tubuhnya selalu basah, maka semua protista tergolong hidup di air.

3. Kingdom Fungi

Organisme dalam Kingdom Fungi mendapatkan sumber makanannya dengan cara parasit atau saprofit. Organisme tersebut berperan sebagai pengurai lingkungan (dekomposer) dengan tubuh yang memiliki sel banyak dan membran inti.

4. Kingdom Plantae

5. Kingdom Animalia

Sistem Klasifikasi 6 Kingdom

Tambahan kingdom dalam sistem klasifikasi 6 kingdom adalah Kingdom Virus. Virus tidak memiliki kesamaan dengan organisme lain, untuk itu ia dimasukkan ke dalam kingdom sendiri. Tubuh virus terdiri dari protein yang menyelubungi asam nukleat.

Virus tidak bisa hidup di luar sel hidup dan ia hanya bisa hidup dan berkembang biak dalam sel inang.

Dengan adanya sistem klasifikasi makhluk hidup di atas, tentunya segala penelitian dan proses pembelajaran menjadi sangat mudah.

Tinggalkan Balasan