Macam-macam Thaharah (Dalil dan Contohnya)

Macam-macam Thaharah (Dalil dan Contohnya)

Sebagian besar umat Islam tentu saja pernah mendengar istilah untuk menyucikan diri yang dikenal thaharah. Sayangnya, informasi tentang macam-macam thaharah masih banyak tidak dipahami sehingga banyak yang kebingungan ketika praktik langsung. Belum lagi jika terjebak situasi yang cukup darurat untuk bersuci.

Sebenarnya Islam memang memiliki banyak aturan terkait tata cara menyucikan diri terutama sebelum melakukan ibadah. Hanya saja, masih sedikit yang benar-benar mengenali dan memahami informasi terkait tata cara untuk thaharah. Bahkan untuk macam-macamnya, dapat juga disimak dalam uraian berikut ini:

Pengertian Thaharah

Sebelum mengenali informasi yang penting terutama terkait dengan macam-macam thaharah, sebaiknya simak dahulu informasi ini. Ditambah lagi, ternyata masih banyak yang tidak mengenali pengertiannya dahulu sehingga menjadi sulit untuk mencobanya. Padahal sebenarnya thaharah ini dapat diartikan juga sebagai praktik bersuci.

Walaupun begitu, tentu saja ada beberapa orang yang masih bingung terutama terkait perbedaannya dengan wudhu. Nantinya, untuk definisi secara istilah, dapat dikenali bahwa thaharah ini merupakan bersuci dengan cara khusus. Selain itu, nantinya masih harus dibedakan menjadi beberapa jenis penyuciannya.

Sebenarnya macam-macam thaharah dapat dipahami dengan mudah terutama asalkan memahami juga hukum yang ditetapkan oleh Islam. Meskipun berada dalam situasi yang lebih darurat, hukum dari thaharah ini masih bisa dikatakan wajib. Bahkan hukum ini juga disebutkan secara jelas dalam beberapa dalil.

Dalil Tentang Thaharah

Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 222,

اِنَ اللهَ يُحِبُ التَوَابِيْنَ وَيُحِبُ اْلمُتَطَهِرِيْنَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Lalu Rasulullah SAW juga bersabda,

لَايُقْبَلُ اللهِ الصَلَاةَ بِغَيْرِ طَهُوْرُ

Artinya: “Allah tidak akan menerima shalat yang tidak dengan bersuci.” (HR. Muslim)

Allah SWT juga berfirman dalam surat Al Muddatsir,

“Hai orang yang berselimut. Bangunlah, kemudian berilah peringatan !, dan agungkanlah Tuhanmu. Dan bersihkanlah pakaianmu“. (QS. Al-Muddatstsir : 1-4).

Macam-macam Thaharah

Kemudian ada informasi yang lainnya yang penting yang jangan sampai dilewatkan untuk dikenali dengan baik. Secara garis besar, macam-macam thaharah setidaknya akan lebih mudah dipahami karena tidak terdiri banyak pembagian. Bahkan sejak awal. Thaharah ini dibagi menjadi dua macam saja.

Mengenali macam-macam dari praktik menyucikan diri seperti thaharah ini tentunya akan bisa membantu ketika praktik. Apalagi saat ini, masih banyak orang yang merasa kurang tahu sehingga praktik bersucinya tidak sesuai. Bagi yang ingin tahu lebih lanjut, maka simak di sini:

1. Thaharah Batin atau Ma’nawiyah

Untuk macam dari praktik thaharah yang pertama ini mungkin pernah didengar oleh sebagian umat Islam. Apalagi yang pernah mencoba untuk belajar lebih detail mengenai Islam melalui praktik ngaji secara rutin. Selain itu, jenis ini juga terkadang disampaikan melalui pelajaran sekolah.

Jangan sampai salah paham nantinya, praktik ini dapat dikatakan sebagai praktik thaharah yang diperuntukkan rohani. Jadi, secara sederhana, praktik ini sejak awal memiliki tujuan khusus untuk menyucikan rohani dari seseorang. Bahkan banyak yang mencobanya untuk mengatasi rasa iri dalam hati.

Sejak awal, ma’nawiyah yang digunakan sebagai istilahnya memang memiliki arti batin sehingga praktiknya juga menyesuaikan. Selain itu, praktik thaharah ini juga sebenarnya mudah untuk dicoba bahkan jika ternyata baru pertama. Nantinya, setiap orang hanya perlu melakukan praktik seperti taubatan nasuha.

Namun beberapa sumber menjelaskan bahwa praktik dari thaharah pertama ini perlu dilengkapi dengan jenis lainnya. Misalnya saja, jika ingin mencoba praktik menyucikan diri melalui thaharah secara batin, praktik fisik diperlukan. Tidak heran juga banyak yang mencobanya dalam dua waktu bersamaan.

2. Thaharah Zhahir atau Hissiyah

Selain jenis thaharah yang pertama yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada juga jenis lainnya yang menarik. Hanya saja, setiap orang perlu lebih memperhatikan jenis kedua ini karena praktiknya bisa lebih ribet. Ditambah lagi, dengan artinya yang merupakan kebalikan dari jenius pertama.

Sebelum membahas secara singkat tentang praktik dari bersuci thaharah ini, maka sebaiknya simak dahulu pengertiannya. Secara garis besar, jenis thaharah yang kedua ini memiliki arti membersihkan tubuh dari berbagai kotoran. Selain itu, thaharah ini juga ada untuk menyucikan dari hadas.

Sementara itu, untuk yang ingin mencoba praktik dari thaharah ini, maka kenali dahulu media praktiknya. Setidaknya hanya diperlukan media yang umum seperti air untuk thaharah ini sesuai dengan kebutuhan yang ada. Selain itu, nanti masih menyesuaikan dengan tujuan bersuci yang ada.

Bahkan jenis thaharah yang kedua ini bisa dikatakan sebagai jenis yang paling banyak dilakukan sekarang. Tidak heran jika nantinya banyak yang lebih mengenali jenis kedua ini ketimbang dengan yang pertama. Selain itu, praktik wudhu juga merupakan salah satu dari contohnya.

Media dan Tata Cara Untuk Thaharah

Setelah mengenali informasi yang khusus dan detail terkait macam-macam thaharah, maka jangan ketinggalan informasi ini. Kali ini, setiap orang terutama yang ingin mencoba secara langsung bisa mengenali apa saja medianya. Misalnya saja, ada air sebagai media paling utama untuk digunakan.

Walaupun begitu, ada beberapa jenis air yang hanya bisa dipakai dan nantinya tidak boleh sembarangan. Sementara itu, untuk tata caranya juga akan dijelaskan terlebih dahulu agar menghindari kesalahan yang fatal. Simak tata cara secara lengkapnya dalam uraian di bawah ini:

1. Thaharah untuk Tujuan Wudhu

Untuk praktik yang pertama ini secara sederhana sudah sangat dikenali oleh umat Islam saat ini. Bahkan banyak yang melakukannya setiap hari secara rutin sesuai dengan kebutuhan yang ada dan dimiliki. Untuk memudahkan dalam proses praktiknya, simak tata cara berikut ini:

  • Awali dahulu untuk membaca doa khusus niat yang sudah ada.
  • Setelah itu, jangan lupa untuk memulai dengan membasuh muka dahulu.
  • Lanjutkan membasuh bagian tangan mulai dari lengan sampai bagian siku.
  • Setelah itu, jangan lupa untuk membasahi keseluruhan rambut atau sebagian.
  • Jika sudah selesai, maka coba untuk membasahi kedua daun telinga.
  • Terakhir, hanya perlu membasuh kedua kaki dengan tepat dan hati-hati.

2. Thaharah untuk Mandi Wajib

Sementara itu, untuk praktik yang kedua ini mungkin tidak dikenal dengan lebih luas oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan memang hanya beberapa orang saja yang memiliki kewajiban untuk mencoba secara langsung. Untuk tata cara secara lengkapnya, dalam uraian di bawah ini:

  • Setiap orang tentu saja perlu membaca niat dengan tujuan masing-masing.
  • Setelah itu, bisa juga membaca niat sembari menyiramkan air ke tubuh.
  • Lanjutkan juga dengan mengguyur bagian lainnya langsung dengan air gayung.
  • Jika sudah dilakukan, jangan lupa untuk membersihkan bagian yang berambut.
  • Kemudian cukup perlu melakukan praktik mandi seperti yang biasanya dilakukan.
  • Setelah itu, lengkapi dengan wudhu terutama bagi yang akan ibadah.

3. Thaharah untuk Tayamum Biasa

Jangan sampai ketinggalan juga untuk dikenali, ada juga informasi lainnya yang bisa dipraktikkan dengan mudah. Kali ini, setiap orang bisa memulai untuk mencoba praktik thaharah yang khusus seperti halnya tayamum. Simak tata cara secara detailnya dalam uraian di bawah ini:

  • Awali dengan menyiapkan dahulu media yang diperlukan untuk praktik bersuci.
  • Pastikan bahwa tanah yang dipakai tersebut memang terbebas dari lainnya.
  • Kemudian hanya perlu membaca niat sama seperti yang sebelumnya dijelaskan.
  • Setelah itu, jangan lupa mencoba meletakkan kedua telapak ke debu.
  • JIka sudah selesai, maka tepuk dahulu sebelum dibasuhkan ke tubuh.
  • Basuh menggunakan debu tersebut ke tubuh yang akan disucikan nantinya.

Uraian yang menjelaskan secara detail mengenai macam-macam thaharah di atas tentu saja wajib untuk dikenali. Apalagi masih banyak juga yang tidak mengenali kedua jenis thaharah yang ada. Ada yang memang untuk rohani dan ada untuk fisik.

Leave a Comment