Pencemaran Air

12 Shares

Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi ini. Keberadaan air yang bersih senantiasa dibutuhkan manusia, baik untuk keperluan sehari-hari, untuk keperluan industri, dan juga untuk kebersihan.

Namun, di sisi lain air juga dapat menjadi malapetaka jika tersedia dalam kondisi yang tercemari. Pencemaran air memiliki dampak yang sangat besar, bahkan air yang sudah tercemar dapat mengancam nyawa seseorang.

Di bawah ini adalah penjelasan mengenai pencemaran air serta penyebab dan dampaknya bagi kehidupan.

1. Pengertian Pencemaran Air

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan suatu warna, rasa, dan bentuk air. Biasanya, pencemaran air ini terjadi pada tempat penampungan air yang memiliki volume yang besar, seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas yang dilakukan manusia.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, air merupakan bagian penting dalam siklus kehidupan manusia serta merupakan bagian dari siklus hidrologi.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20, tahun 1990, tentang Pengendalian dan Pencemaran Air, menjelaskan bahwa:

Pencemaran air adalah proses masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas dari air tersebut turun hingga batas tertentu yang menyebabkan air tidak berguna lagi sesuai dengan peruntukannya.

Air dapat dikatakan tercemar jika tidak dapat digunakan sebagaimana fungsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, di dunia sudah terdapat lebih dari 14.000 orang meninggal dunia per harinya, akibat penyakit yang ditimbulkan oleh pencemaran air.

Dari sini sudah sangat jelas bahwa, sekalipun air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan di bumi, namun air juga bisa menjadi malapetaka jika keadaan air tersebut dalam kondisi yang tidak benar, baik dari segi kualitas maupun dari kuantitas airnya.

2. Dampak Pencemaran Air

Dampak pencemaran air
designbundles.net

Pencemaran air memiliki dampak yang sangat luas bagi ekosistem di sekitarnya, misalnya dapat meracuni makanan hewan, meracuni sumber air minum, ketidakseimbangan ekosistem yang ada di sungai, hutan menjadi rusak akibat hujan asam, dan lain sebagainya.

Secara umum, pencemaran air terdapat empat dampak, yakni berdampak pada kehidupan biota air, kualitas air tanah, terhadap kesehatan, dan dampak terhadap estetika lingkungan.

2.1. Dampak Terhadap Kehidupan Biota Air

Pada dasarnya, banyak zat pencemaran pada air limbah akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air tersebut. Sehingga mengakibatkan kehidupan dalam air membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya.

Maka, akibat dari kejadian tersebut adalah matinya bakteri-bakteri, dan juga proses penjernihan air secara alamiah yang seharusnya terjadi pada air limbah juga terhambat.

2.2. Dampak Terhadap Kualitas Air Tanah

Proses pencemaran air tanah oleh tinja yang biasa diukur dengan faecal coliform telah terjadi dalam skala yang sangat luas, hal ini telah dibuktikan dalam sebuah survey sumur dangkal di Jakarta. Disitu, terdapaat banyak penelitian yang mengindikasikan terjadinya pencemaran.

2.3. Dampak Terhadap Kesehatan

Air sangat rentan dalam membawa berbagai penyakit menular, seperti contoh air merupakan media untuk hidup mikroba pathogen, air merupakan sarang insekta penyebar penyakit, air merupakan media kehidupan vector penyakit, dan kitika jumlah air terlalu sedikit seseorang akan kesulitan dalam membersihkan diri.

2.4. Dampak Terhadap Estetika Lingkungan

Ketika zat organik yang dibuang ke lingkungan perairan semakin banyak, maka dampaknya adalah perairan tersebut akan semakin tercemar.

Pencemaran tersebut biasanya ditandai dengan perubahan bau yang menyengat ketika berada disamping tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan.

3. Contoh Pencemaran Air

Pencemaran air biasanya dapat terjadi disebabkan oleh limbah industri, limbah perumahan, limbah rumah tangga, dan model penangkapan ikan dengan menggunakan racun ikan.

Limbah industri biasanya diproduksi dari limbah organik atau limbah cair, dan limbah anorganik yang sifatnya padat.

Selain itu, sisa-sisa bahan bakar, tumpahan minyak tanah dan tumpahan oli merupakan sumber utama terjadinya pencemaran air.

Disamping itu, aktifitas penggundulan hutan, baik untuk pembukaan lahan pertanian, lahan perumahan dan lahan konstruksi bangunan lainnya juga dapat mengakibatkan pencemaran terhadap air.

Contoh yang lainnya adalah limbah rumah tangga seperti sampah organik yaitu sampah yang berasal dari sisa-sisa makanan, sampah anorganik yaitu sampah plastik, gelas, kaleng, serta sampah bahan kimia seperti detergen, batu baterai sangatlah berpengaruh besar dalam pencemaran air.

Air yang tercemar mengandung unsur-unsur kimia, seperti bakteri dan perubahan sifat Fisika dan kimia dari air. Bakteri dapat mengakibatkan pencemaran terhadap air, sehingga air dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan binatang.

Di beberapa negara berkembang, seperti Indonesia, pencemaran air merupakan penyebab utama terjadinya gangguan kesehatan manusia.

Di Indonesia, telah terjadi banyak pencemaran air, seperti yang terjadi di Provinsi Banten pencemaran terjadi di perairan pantai utara Serang.

Di mana warga setempat mengandalkan sungai Ciujung untuk keperluan mandi dan kebutuhan lainnya, seperti pengairan bagi tambak sehingga hasil tambak menjadi tidak optimal.

Secara kimiawi, pencemaran telah terjadi pada sungai Ciujung karena air sungai sering menjadi hitam dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Hal ini disebabkan oleh pembuangan limbah pabrik.

Selain di Banten, krisis air juga terjadi di hampir semua Pulau Jawa dan sebagian pulau Sumatera, yang diakibatkan oleh pencemaran limbah cair industri, rumah tangga maupun pertanian.

4. Solusi dan Cara Menanggulanginya

Pengolahan limbah industri yang biasanya dibuang ke sungai atau selokan, hendaknya dikumpulkan di suatu tempat yang sudah disediakan.

Untuk kemudian diolah terlebih dahulu, agar bila suatu saat dibuang ke sungai tidak menjadi penyebab pencemaran air. Namun, alangkah lebih baiknya limbah tidak dibuang ke sungai melainkan dimanfaatkan sebisa mungkin.

Limbah yang berasal dari sampah padat rumah tangga berupa plastik atau serat sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme disendirikan, kemudian diolah menjadi bahan lain yang berguna, misalnya dapat diolah menjadi keset.

Sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah, kemudian kalau sudah membusuk dapat digunakan sebagai pupuk.

Untuk mencegah agar tidak terjadi pencemaran air, dalam aktivitas keseharian kita untuk memenuhi kebutuhan hidup, hendaknya tidak menambah terjadinya bahan pencemar antara lain tidak membuang sampah rumah tangga sembarangan, sampah rumah sakit, limbah industri secara sembarangan, tidak membuang sampah ke dalam air sungai, danau ataupun ke dalam selokan.

Tidak menggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan, karena sisa pupuk dan pestisida akan mencemari air di lingkungan tanah pertanian.

Tidak menggunakan deterjen fosfat, karena senyawa fosfat merupakan makanan bagi tanaman air seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air.

Pencemaran air yang telah terjadi secara alamiah, misalnya adanya jumlah logam berat yang menumpuk dan masuk ke dalam tubuh manusia, maka logam berat ini dapat meracuni organ tubuh melalui pencernaan. Hal ini di karenakan tubuh manusia selalu memakan tumbuh-tumbuhan yang mengandung logam berat.

Penumpukan logam berat tersebut, terjadi dalam tumbuh-tumbuhan karena terkontaminasi oleh limbah industri. Dalam menanggulangi agar tidak terjadi penumpukan logam berat, maka limbah industri hendaknya dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan.

Proses pencegahan dinilai lebih baik daripada proses penanggulangan terhadap pencemaran yang telah terjadi. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mencegah adalah menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah pemukiman, serta pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencermari lingkungan atau ekosistem yang ada.

Selain itu, pengawasan terhadap penggunaan jenis pestisida dan zat kimia yang dapat menimbulkan pencemaran air, memperluas gerakan penghijauan, memberikan tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran lingkungan dan yang terahir memberikan kesadaran terhadap masyaratkat agar lebih lebih mencintai lingkungannya.

12 Shares

Tinggalkan komentar