Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial biasanya berdiri sendiri dengan cara alamiah dan mengalir begitu saja tanpa kita sadari. Stratifikasi sosial sangat kompleks, sehingga banyak para pemikir yang memberikan definisi yang berbeda-beda.

Seperti Karl Marx yang menganalisa strata sosial dari alat produksi yang dimilikinya. Mempelajari ilmu tentang stratifikasi sosial sangatlah penting, karena berkaitan erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Untuk itu, berikut ini adalah penjabaran lengkap yang bisa kamu pelajari.

1. Pengertian Stratifikasi Sosial

Stratifikasi Sosial
vectorstock.com

Stratifikasi sosial adalah sebuah konsep yang menunjukkan adanya pembedaan dan tatanan hierarki suatu kelompok sosial secara bertingkat. Pembedaan ini didasarkan pada adanya suatu simbol tertentu yang dianggap berharga,, baik berharga secara sosial, ekonomi, politik, hukum, agama dan budaya maupun dimensi lainnya dalam suatu kelompok sosial tertentu.

Secara sosiologis, konsep stratifikasi sosial memang lebih sering disebut dengan istilah kelas sosial. Dimana pada abad ke -19, istilah kelas sosial menjadi pusat perhatian, karena oleh Karl Marx yang digunakan untuk menganalisis suatu kesenjangan sosial. Menurut Karl Marx segala sesuatu berakar dari kondisi ekonomi masyarakat.

Dalam gagasan Karl Marx dijelaskan bahwa: Semua perkembangan sosial, politik dan juga intelektual selalu disebabkan oleh adanya perubahan ekonomi. Bahkan, menurut Karl Marx semua tindakan manusia selalu didasari oleh pertimbangan ekonomi, dan manusia akan membuat sejarahnya sendiri, namun bukan dalam kondisi atas pilihannya sendiri.

Gagasan Karl Marx di atas, menunjukkan bahwa bagaimana kehidupan yang bukan ekonomi sekalipun secara langsung dipengaruhi oleh aktivitas produksi. Sebab, hanya perubahan dalam konteks ekonomi yang dapat memberikan kemampuan kepada manusia untuk dapat memandang dunia sebagaimana mestinyanya.

Oleh sebab itu, perubahan sosial merupakan satu-satunya kemungkinan yang akan terjadi sebagai akibat dari perkembangan ekonomi. Walaupun revolusi harus dilakukan melalui jalan politik, tapi pada realisasi kebutuhannya hanya akan timbul sebagai sebuah konsekuensi kondisi ekonomi.

Konsekuensi atas kondisi ekonomi tersebut meliputi pergeseran dari kesadaran semu ke kesadaran kelas. Oleh sebab itu, keinginan untuk mengubah stratifikasi masyarakat atau kelas, hanya akan terjadi hanya sebagai akibat dari perubahan yang berdasarkan atas motivasi dari kebutuhan ekonomi.

1.1. Pandangan Sosiolog

Kata stratifikasi sosial dalam ilmu sosiologi berasal dari istilah “Social Stratification”. Sedangkan kata “stratification” diambil dari bahasa latin yakni “tratum” yang memiliki arti lapisan atau strata. Ada beberapa pengertian tentang startifikasi sosial menurut beberapa ahli diantaranya sebagai berikut:

1.2. Pengertian Menurut Para Ahli

  1. Soerjono Soekanto, menurutnya stratifikasi Sosial merupakan suatu lapisan masyarakat yang terdapat kelas sosial, setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai berupa kekayaan yang dimiliki, ilmu pengetahuan, serta keturunan dari keluarga terhormat.
  2. Pitirim A.Sorikin, menurutnya stratifikasi sosial merupakan perbedaan masyarakat kedalam kelas secara hierarki. Artinya, disalam masyarakat tidak ada keseimbangan dalam pembagian hak, kewajiban, tanggung jawab, nilai-nilai sosial masyarakat.
  3. Karl Marx, menurutnya stratifikasi sosial adalah perbedaan antara kelompok masyarakat kedalam kelas sosial, yang di tentukan atas hubungan mereka terhadap alat-alat produksi, yaitu antara kelas atas (borjuis) dan kelas bawah (proletar).
  4. Max Weber, menurutnya status kelas dan partai politik memberikan analisa yang mendalam tentang strata sosial. Max Weber menganggap kelas sebagai suatu kelompok sosial berdasarkan peluang sosial yang sama dan peluang hidup yang bergantung pada harta milik mereka atau pendapatan ekonominya.

2. Dasar Stratifikasi Sosial

2.1. Ukuran Kekayaan

Artinya, orang yang memiliki kekayaan paling banyak, masuk dalam lapisan strata teratas. Sebab, seseorang akan di lihat menempati strata paling atas apabila orang tersebut memiliki sebuah kekayaan yang sangat melimpah di banding masyarakat pada umumnya.

2.2. Ukuran Kekuasaan

Artinya, seseorang yang memiliki kekuasaan atau memiliki otoritas tertinggi pada jabatannya, secara tidak langsung dia akan menempati posisi strata atas. Otoritas yang dimaksudkan disini berorientasi pada sebuah kedudukan seseorang dalam menepati sebuah jabatan paling tinggi di masyarakat.

Semakin tinggi otoritas yang didapat maka semakin tinggi penghargaan yang di berikan oleh masyarakat.

2.3. Ukuran Kehormatan

Artinya, seseorang yang dihormati akan mendapat strata teratas, hal ini biasa dijumpai pada masyarakat tradisional. Biasanya, strata ini akan didapat oleh mereka yang memiliki usia tua, atau mereka yang pernah berjasa.

Strata ini dapat dinilai dari peran, sikap dan perilaku yang sangat bijaksana dan berwibawa di masyarakat.

3.4. Ukuran Ilmu Pengetahuan

Artinya, Ilmu pengetahuan juga merupakan tolak ukur dalam menentukan strata sosial masyarakat. Masyarakat akan sangat menghargai orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi. Sebab, semakin tinggi ilmu pengetahuan yang dimiliki seseorang maka semakin tinggi pula strata sosial yang akan didapatnya.

Maka ditariklah kesimpulan bahwa yang dapat mempengaruhi yaitu:

  1. Usia.
  2. Pekerjaan.
  3. Keturunan.
  4. Pendidikan.
  5. Kekuasaan.
  6. Fisik dan jenis kelamin.
  7. Kekayaan dan penghasilan.
  8. Kemampuan atau kepandaian.

3. Jenis-jenis Stratifikasi Sosial

Jenis stratifikasi sosial

Secara garis besar, stratifikasi sosial memiliki beberapa jenis. Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis dari stratifikasi sosial.

3.1. Tertutup

Artinya, orang yang menyandang strata ini, status sosial orang tersebut cenderung tertutup.

Sebab, yang yang dimaksud dari stratifikasi tertutup adalah sebuah tingkatan strata yang tidak dapat di rubah ke status sosial yang lebih tinggi lagi, ataupun ke status sosial di bawahnya. Strata ini bisanya didapat sejak lahir atau dengan sendirinya atas jasa yang telah dilakukannya, ataupun dari segi usianya.

3.2. Terbuka

Artinya, orang yang menyandang strata ini, status sosial orang tersebut cenderung terbuka.

Dari segi pengertian, stratifikasi sosial terbuka adalah sebuah tingkatan strata di mana setiap individu yang menyandangnya dapat berpindah-pindah ke tingkatan atasnya, pun sebaliknya yakni tingkatan di bawahnya.

3.3. Campuran

Jenis stratifikasi sosial merupakan campuran dari stratifikasi tertutup dan terbuka.

Contoh seseorang bisa berpindah untuk bekerja sebagai pimpinan dan tidak memungkinkan untuk menjadi bangsawan atau tokoh dalam masyarakat.

Stratifikasi sosial campuran biasanya terjadi dalam lingkungan masyarakat yang memiliki susunan yang heterogen.

4. Bentuk-bentuk Stratifikasi Sosial

Secara umum, terdapat 3 bentuk stratifikasi sosial, yaitu:

4.1. Sistem Kasta

Artinya, sistem kasta ini merupakan dimana kondisi seseorang dilahirkan dalam kondisi status sosial yang tinggi, dan status tersebut tidak bisa berubah hingga kapanpu. Sistem kasta ini masuk golongan stratifikasi tertutup, dimana tidak ada orang yang mampu merubah kondisi status sosial tersebut.

Pada umumnya, sistem kasta ini lebih menjunjung kepercayaannya takdir yang diberikan Tuhan kepadanya, ketimbang kebebasan atas usahanya sendiri. Kebanyakan, aspek tradisi ini lebih banyak bertahan didaerah pedesaan. Sedangkan di perkotaan seseorang lebih percaya terhadap usaha yang telah dilakukannya sendiri.

4.2. Sistem Kelas

Artinya, sistem kelas ini terdiri atas sekumpulan orang yang mempunyai status yang sama dengan parameter strata dari kekayaan yang dimilikinya, pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan. Sistem kelas ini tergolong terbuka, sebab semua orang berhak mendapatkan strata kelas yang diinginkannya.

Selain itu, dalam sistem kelas ini, seringkali proses perkawinannya melakukan pernikahan eksogami atau yang biasa disebut pernikahan yang berdasarkan kelas sosial yang berbeda. Sebab, yang melatar belakangi perkawinan ini adalah atas dasar kecocokan, cinta, serta tidak berpatokan pada strata sosial ataupun ekonomi.

4.3. Sistem Meritokrasi

Artinya, sistem ini merupakan sebuah sistem yang dilatar belakangi atas kepercayaan bahwa strata sosial akan didapat ats usahanya sendiri. Sistem strata ini dianggap ideal, karena seseorang dengan cara yang alamiah mendapatkan stratanya sendiri.

Para pakar sosiolog melihat beberapa aspek meritokrasi pada masyarakat, yakni ketika mereka sedang mempelajari sesutu untuk meningkatkan prestasi individu. Sekalipun sistem ini sangat kompleks, namun pada kenyataannya proses sosialisasi, status ekonomi, serta strata sosial sangat mempengaruhi untuk mendapatkan strata ini.

5. Fungsi Stratifikasi Sosial

Didalam stratifikasi sosial, terdapat fungsi-fungsi stratifikasi yang penting kita pahami guna mendapatkan pemahaman yang utuh tentang stratifikasi sosial. Berikut adalah fungsi stratifikasi sosial yang di antarnya adalah sebagai berikut:

  1. Stratifikasi sebagai sebuah alat pendistribusian hak dan kewajiban, seperti menentukan kedudukan, jabatan, penghasilan, tugas pada seseorang.
  2. Mempersatukan pola koordinasi terhadap bagian yang terdapat pada sebuah sebuah tatanan struktur sosial, yang manfatnya adalah untuk mencapai tujuan yang sudah di tentukan sebelumnya.
  3. Stratifikasi sosial memiliki fungsi untuk menentukan seseorang bertempat pada strata tertentu di dalam struktur sosial masyarakat.
  4. Sebagai penentu tingkatan status sosial serta kedudukan di dalam struktur sosial masyarakat.
  5. Memecahkan berbagai macam permasalahan yang ada di dalam kehidupan sosial masyarakat.
  6. Untuk menggerakkan masyarakat agar bertindak sesuai fungsinya.

6. Contoh Stratifikasi Sosial

Setelah mendapatkan penjelasan terkait stratifikasi sosial, agar lebih paham lagi mari kita bahas ulasan mengenai contoh stratifikasi sosial.

Berikut ini adalah beberapa contoh dari stratifikasi sosial yang ada disekitar kita.

• Contoh yang pertama adalah sistem kasta di masyarakat jawa terbagi menjadi dua, yang pertama darah biru yang merepresentasikan golongan strata atas dan juga dan yang kedua golongan rakyat biasa.

• Selanjutnya, strata sosial berdasarkan tingkat kekayaan, seperti masyarakat Indonesia banyak yang memiliki strata sosial.

• Dalam hal menempuh pendidiakan, golongan orang yang memiliki kekayaan akan menyekolahkan sampai ke jenjang yang paling tinggi, namun tidak utnuk mereka yang berpenghasilan pas pasan.

• Dalam hal kesehatan, orang yang memiliki ekonomi yang berkecukupan yang akan mampu berobat ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap, namun tidak untuk mereka golongan rakyat miskin.

• Dalam hal pekerjaan, orang yang memiliki modal besar akan mudah dalam mengembangkan usahanya.

• Dan contoh yang terahir adalah di Bali, anak yang baru dilahirkan akan langsung mendapatkan nama dan posisi kasta tertentu.

Itulah penjelasan yang bisa kami uraikan, semoga bermanfaat.

Jangan lupa beri komentar jika ada yang ingin didiskusikan, bagikan jika menurutmu bermanfaat.

Tinggalkan komentar