Pencemaran Lingkungan (Pengertian, Macam, Penyebab, Dampak, dan Contoh)

Pencemaran Lingkungan – Dalam menjaga kelestarian lingkungan perlu adanya kesadaran dari semua kalangan, tidak bisa hanya satu atau dua orang saja.

Kesadaran dari semua kalangan ini dianggap sangat penting karena agar tidak terjadi pencemaran lingkungan, yang dampaknya akan kembali kepada pelaku yang melakukan.

Pelaku yang melakukannya tidak lain adalah manusia. Manusia dengan segala aktifitasnya seringkali melakukan pencemaran lingkungan, entah itu disadari atau tidak. Berikut ini adalah penjabaran mengenai pencemaran lingkungan.

1. Pengertian Pencemaran Lingkungan

Manusia merupakan pelaku utama dari dampak atas kejadian alam akibat pencemaran lingkungan.  Manusia beserrta organisme lain yang hidup, selalu menghasilkan limbah dari proses pencernaan dan metabolisme tubuhnya.

Berawal dari mengambil bahan baku atau berupa sumber daya dari lingkungan untuk digunakan sebagai keperluan keluarganya, seperti membuat rumah, pakaian, makanan, dan pada ahirnya membuang sisa-sisa yang tidak diperlukan ke alam.

Apalagi proses pertumbuhan penduduk yang sangat cepat, berdampak pada kebutuhan yang terus meningkat.

Di lain sisi, sumber daya yang tersedia seperti air, udara, dan lahan yang ada jumlahnya tidak bertambah. Ditambah lagi keinginan manusia yang ingin terus menerus meningkatkan kualitas hidupnya, dengan mengembangkan berbagai macam industri.

Untuk itu, manusia selalu menggunakan bahan kimia menjalankan industrinya. Bahkan, untuk meningkatkan produksi pangan pun mereka juga tidak luput dalam menggunakan bahan kimia. Selain itu, manusia juga memanfaatkan teknologi nuklir dalam memenuhi kebutuhan energi, khususnya energi listrik.

Namun yang terjadi, manusia memanfaatkan teknologi untuk memenuhio kebutuhannya secara berlebihan. Dampaknya adalah limbah yang dibuang tidak mampu diuraikan kembali oleh alam sehingga terjadilah pencemaran Lingkungan, dan merasakan dampaknya adalah tidak lain manusia itu sendiri.

Istilah kata pencemaran lingkunagan dapat didefinisikan menjadi berbagai bentuk, tentu definisi yang spesifik hanya untuk digunakan pada kasus yang spesifik pula. Semisal contoh, jika sebuah industri membuang bahan pencemar ke air atau udara, namun hal tersebut dapat diterima oleh masyarakat atau penegak hukum maka menurut definisinya industri tersebut tidak melakukan pencemaran lingkungan.

2. Macam-macam Pencemaran Lingkungan

contoh pencemaran lingkungan di sekitar kita
freepik.com

Berdasarkan sifat dan juga jenisnya pencemaran lingkungan dapat dikelompokkan menjadi lima macam, yaitu pencemaran udara, pencemaran suara, pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran radiasi.

Pencemaran Udara

Pertama adalah Pencemaran Udara, yaitu tercampurnya benda asing yang masuk kedalam kandungan udara, yang kemudian berdampak pada kualitas udara pada suatu wilayah tertentu.

Jenis pencemaran udara utamanya berupa: carbon oxides, sulfur oxides, nitrogen oxides, hydrocarbons, photochemical oxidants, particulates (asap, debu, kabut, minyak, semprotan, garam sulfat), other inorganic compounds, other organic compounds (pestisida, herbisida, berbagai alkohol, asam), radioactive substances (tritium, radon, emisi dari BBM, instalasi pembangkit listrik), heat, dan noise.

Pencemaran Suara

Kedua adalah Pencemaran Suara, yaitu terjadinya getaran suara di suatu lingkungan dan melebihi Batas Nilai Ambang yang ditentukan oleh lingkungan tersebut. Intensitas kebisingan akan berdampak pada kesehatan manusia.

Dampak tersebut juga ditentukan oleh tingkat bunyi suara, jarak suara, dan tingkat kebisingan dari sumber suara. Setiap lingkungan, misalnya lingkungan permukiman, lingkungan pegunungan, dan lingkungan Industri, memiliki batas ambang yang berbeda-beda.

Pencemaran Air

Ketiga adalah Pencemaran Air, yaitu terjadinya percampuran benda asing yang masuk ke dalam air dan menurunkan kualitas air tersebut. Adapun macam-macam jenis bahan pencemar air di antaranya adalah oxygen demanding wastes (kotoran hewan, dan limbah industri), diseases causing agents (bakteri, dan virus).

Selain itu, juga ada inorganic chemicals and minerals (asam, dan logam beracun), organic chemicals (pestisida, plastik), plant nutrients (fosfat), sediments (lumpur dan benda padat yang dibawa erosi), radioactive substances, dan heat (air pendingin dari instalasi pembangkit listrik).

Pencemaran Tanah

Keempat adalah Pencemaran Tanah, yaitu terdinya percampuran benda asing yang ditambahkan dalam areal lahan. Tentu hal ini berdampak pada kualitas tanah di areal lahan tersebut kualitasnya menurun. Bahkan, hal ini membahayakan makhluk hidup yang memanfaatkan tanah tersebut.

Pada umumnya, jenis bahan yang menurunkan kualitas tanah adalah berupa bahan kimia, mikroorganisme, dan bahan dari radioaktif. Selain itu, semua bahan pencemar yang terkandung dalam air juga berdampak pada pencemaran tanah, khususnya tanah yang bersinggungan langsung dengan air tersebut.

Pencemaran Radiasi

Kelima adalah Pencemaran Radiasi, yaitu adanya bahan yang bersifat radioaktif serta memiliki kekuatan radiasi melampaui nilai batas ambang yang ditentukan, atau adanya sesuatu yang panas dan menimbulkan radiasi panas yang melebihi temperatur pada umumnya pada suatu lingkungan.

3. Penyebab Pencemaran Lingkungan

Secara umum, penyebab terjadinya pencemaran lingkungan dikelompokkan dalam 2 macam, yaitu yang bersumber dari polutan akibat kegiatan manusia dan sumber polutan yang terjadi secara alamiah.

Pencemaran yang yang dihasilkan dari kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebab, manusia dalam memenuhi kebutuhannya selalu menghasilkan limbah yang berdampak pada terjadinya pencemaran lingkungan, sekalipun itu tidak dikehendaki.

Pencemaran yang terjadi akibat aktifitas manusia

  • Aktifitas manusia yang dilakukan didalam lingkungan rumah tangga dalam sehari-harinya.
  • Kegiatan manusia yang dilakukan untuk meningkatkan produktifitas tanag di areal perkebunannya.
  • Kegiatan manusia dalam memanfaatkan zat radioaktif sebagai irradiator dengan proteksi yang memadai.
  • Penggunaan alat transportasi kendaraan bermotor dalam sehari-hari.
  • Kegiatan manusia yang dilakukan di area pertambangan untuk memperoleh bahan tambang.
  • Kegiatan manusia pada aktifitas Industri untuk memenuhi kebutuhan akan barang yang dihasilkan oleh industri.

Pencemaran yang terjadi secara alamiah

Selanjutnya adalah pencemaran yang terjadi secara alamiah di alam raya, bukan karena ulah manusia.

Tentu kejadian tersebut terjadi di luar kemampuan manusia untuk mengendalikannya. Adapun yang termasuk dalam jenis pencemaran tersebut adalah:

  • Pencemaran dari kejadian gunung berapi yang meletus.
  • Terjadinya pencemaran akibat bencana alam banjir.
  • Terjadinya pencemaran akibat bencana alam gempa bumi dan gelombang tsunami.

4. Dampak Pencemaran Lingkungan

Menurut G. Tyler Miller Jr (1979), menjelaskan bahwasanya akibat dari adanya pencemaran lingkungan terhadap kehidupan sehari-hari, dikelompokkan menjadi enam tingkatan.

Berikut ini adalah urutan pencemaran terhadap lingkungan, diurutkan mulai dari tingkatan dampak paling ringan sampai tingkatan dampak yang paling berat, yaitu:

  • Tingkatan pertama: nuisance and aesthetic insult yakni bau, rasa, kerusakan warna bangunan, dan kejelekan lain sebagainya.
  • Tingkatan kedua: property damage yakni bahan logam menjadi karatan, bangunan menjadi kotor, dan pakaian menjadi kotor.
  • Tingkatan ketiga: damage to plant and animal life yakni bercak-bercak daun, daun rontok, berkurangnya hasil sayuran, berkurangnya fotosintesis, keracunan, sesak nafas, dan gangguan pada saraf pusat hewan.
  • Tingkatan keempat: damage to human health yakni berkurangnya oksigen dalam darah, iritasi mata, iritasi kulit, kerusakan sistem pernafasan, dan kanker.
  • Tingkatan kelima: human genetic and reproductive damage yakni akibat ini belum diketahui dengan pasti, tetapi sangat mungkin terjadi.
  • Tingkatan keenam: major ecosystem disruption yakni perubahan iklim lokal dan regional, bahkan mungkin perubahan iklim global.

5. Contoh Pencemaran Lingkungan

Contoh pencemaran lingkungan, merupakan segala aktifiatas hampir setiap hari dilakukan oleh manusia.

Seperti contoh memasak, mandi, mencuci, mengepel, menggunakan racun serangga atau obat.

Menghasilkan limbah domestik, baik limbah tersebut dalam bentuk cair, limbah gas, limbah padat maupun yang sangat berbahaya yang mengganggu kehidupan manusia itu sendiri.

Selain itu, kegiatan berupa penggunaan pestisida dan penggunaan pupuk buatan atau pupuk kimia, dapat menghasilkan residu pada lahan pertanian, dan berdampak penurunan kualitas tanah.

Bahkan yang sangat sering kita lakukan adalah penggunaan kendaraan bermotor yang menggunakan BBM, kereta api, ataupun kendaraanlain yang menggunakan mesin disel BBM.

Contoh selanjutnya adalah kegiatan penambangan emas, tambang aluminium, dan berbagai macam penambangan yang mengahasilkan limbah. Proses Industrialisasi dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya, misalnya pabrik bahan kimia, otomotif, dan juga pabrik makanan dan minuman.

Dalam prosesnya, pembuatan menuju bahan jadi ini selalu menghasilkan limbah yang tentunya tidak dikehendaki oleh manusia.

Selain itu, penggunaan mesin industri, yang membuat barang mentah menjadi bari jadi, sering kali diiringi dengan bunyi yang sangat bising, yang sangat mengganggu kehidupan manusia.

6. Cara Menanggulangi Pencemaran Lingkungan

Cara mengatasi pencemaran lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak elemen didalamnya, baik dari pemerintah pusat dan juga dari masyarakat itu sendiri.

Artinya, semua orang harus memiliki kesadaran akan pentingnya merawat lingkungan.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan dalam mengatasi pencemaran lingkungan.

  • Yang pertama adalah membuang sampah pada tempatnya, jangan sampai membuang sampah di sungai, selokan ataupun aliran air lainnya. Selain itu, bisa juga sampah rumah tangga di kumpulkan untuk di jadikan kompos.
  • Kedua adalah penanggulangan limbah industri, yakni dengan cara limbah industri yang mau di buang, supaya diolah terlebih dahulu agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.
  • Ketiga adalah penanggungan pencemaran udara dengan cara mengurangi pemakaian bahan bakar minyak atau mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.
  • Keempat adalah memperbanyak menanam pohon, karena tumbuhan menyerap CO2 yang merupakan polusi udara untuk fotosintesis.
  • Kelima, mengurangi penggunaan pupuk kimia dalam pengolahan pertanian. Sebab, jika penggunaannya berlebihan maka yang terjadi adalah menurunnya kualitas tanah.
  • Keenam adalah mengurangi penggunaan CFC yang tidak perlu bagi manusia, karena hal ini dapat menyebabkan perusakan ozon di atmosfer.

Artikel Terkait:

Makalah Pencemaran Tanah

Contoh Pencemaran Air di Lingkungan

Leave a Comment

Prove your humanity: 6   +   1   =